Jumat, 17 Juni 2016

Hubungan Interpersonal, Cinta & Perkawinan, Pekerjaan & Waktu Luang

I.          A. Hubungan Interpersonal
1.         Model Pertukaran Sosial dan Analisis Transaksional
Menjalin hubungan interpersonal merupakan keharusan bagi individu sebagai makhluk sosial. Individu membutuhkan dan senantiasa berusaha membuka serta menjalin hubungan interpersonaldengan sesainanya. Ada sejumlah kebutuhan di dalam diri individu yang hanya dapat dipuaskan melalui hubungan interpersonal dengan orang lain (Supratiknya, 1995), salah satunya adalah kebutuhan untuk beraliliasi yaitu kebutuhan mendekatkan diri, bekerja sama dengan orang lain, patuh dan tetap setia pada seorang kawan (Murray, dalam Hall and Lindzey, 1993).
Model pertukaran sosial adalah ilmu sosial yang menyatakan bahwa dalam hubungan sosial terdapat unsur ganjaran, pengorbanan, dan keuntungan yang saling mempengaruhi. Teori ini menjelaskan bagaimana manusia memandang tentang hubungan kita dengan orang lain sesuai dengan anggapan diri manusia tersebut terhadap:
• Keseimbangan antara apa yang diberikan ke dalam hubungan dan apa yang dikeluarkan dari hubungan itu.
• Jenis hubungan yang dilakukan.
• Kesempatan memiliki hubungan yang lebih baik dengan orang lain.
Analisis Transaksional adalah salah satu pendekatan Psychotherapy yang menekankan pada hubungan interaksional. Analisis Transaksional dapat dipergunakan untuk terapi individual, tetapi terutama untuk pendekatan kelompok. Pendekatan ini menekankan pada aspek perjanjian dan keputusan. Melalui perjanjian ini tujuan dan arahproses terapi dikembangkan sendiri oleh klien, juga dalam proses terapi ini menekankanpentingnya keputusan-keputusan yang diambil oleh klien. Maka proses terapimengutamakan kemampuan klien untuk membuat keputusan sendiri, dan keputusan baru,guna kemajuan hidupnya sendiri. Teori analisis transaksional merupakan karya besar Eric Berne (1964), yang ditulisnya dalam buku Games People Play. Berne adalah seorang ahli ilmu jiwa terkenaldari kelompok Humanisme. Analisis Transaksional berakar dalam suatu filsafat anti deterministik yang memandang bahwa kehidupan manusia bukanlah suatu yang sudah ditentukan. Analisis Transaksional didasarkan pada asumsi atau anggapan bahwa orang mampu memahami keputusan-keputusan pada masa lalu dan kemudian dapat memilih untuk memutuskan.
2. Pembentukkan Kesan dan Ketertarikan Interpersonal dalam Memulai Hubungan
Pembentukan kesan pertama dalam dimulainya suatu hubungan sangat vital bagi kelangsungan suatu hubungan untuk ke depannya. Cara kita berbicara, cara memilih pemakaian kata atau kalimat, cara kita bersikap, serta kepercayaan diri kita adlah sebagian besar faktor pembentukan kesan.
3. Model Peran, Konflik dan Adequency Peran, serta Autentisitas dalam Hubungan Peran.
Terdapat tiga asumsi yang mendasari pembelajaran bermain peran untuk mengembangkan perilaku dan nilai-nilai social, yang kedudukannya sejajar dengan model-model mengajar lainnya. Keempat asumsi tersebut sebagai berikut:
• Secara implicit bermain peran mendukung sustau situasi belajar berdasarkan pengalaman dengan menitikberatkan isi pelajaran pada situasi ‘’di sini pada saat ini’’.
• Kedua, bermain peran memungkinkan para peserta didik untuk mengungkapkan perasaannya yang tidak dapat dikenal tanpa bercermin pada orang lain. Mengungkapkan perasaan untuk mengurangi beban emosional merupakan tujuan utama dari psikodrama (jenis bermain peran yang lebih menekankan pada penyembuhan).
• Ketiga model bermain peran berasumsi bahwa proses psikologis yang tersembunyi, berupa sikap, nilai, perasaan dan system keyakinan, dapat diangkat ke taraf sadar melalui kombinasi pemeranan secara spontan.
Konflik
Konflik adalah adanya pertentangan yang timbul di dalam seseorang (masalah intern) maupun dengan orang lain (masalah ekstern) yang ada di sekitarnya. Konflik dapat berupad perselisihan (disagreement), adanya keteganyan (the presence of tension), atau munculnya kesulitan-kesulitan lain di antara dua pihak atau lebih. Konflik sering menimbulkan sikap oposisi antar kedua belah pihak, sampai kepada mana pihak-pihak yang terlibat memandang satu sama lain sebagai pengahalang dan pengganggu tercapainya kebutuhan dan tujuan masing-masing.
Adequancy peran & autentisitas dalam hubungan peran
Kecukupan perilaku yang diharapkan pada seseorang sesuai dengan posisi sosial yang diberikan baik secara formal maupun secara informal. Peran didasarkan pada preskripsi ( ketentuan ) dan harapan peran yang menerangkan apa yang individu-individu harus lakukan dalam suatu situasi tertentu agar dapat memenuhi harapan-harapan mereka sendiri atau harapan orang lain menyangkut peran-peran tersebut.
4. Intimasi dan Hubungan Pribadi
Kebutuhan intimasi merupakan suatu kebutuhan akan hubungan dengan orang lain dan merupakan kebutuhan terdalam pada diri setiap manusia untuk mengetahui seseorang secara lebih dekat, seperti merasa dihargai, diperhatikan, saling bertukar pendapat, keinginan untuk selalu berbagi dan menerima serta perasaan saling memiliki sehingga terjalin keterikatan yang semakin kuat dan erat.
Proses terbentukan intimasi:
Penerimaan diri ­ Saling berinteraksi, ­ Memberi respon atau tanggapan – Perhatian, ­ Rasa percaya ­ Kasih sayang ­ Mempunyai minat yang sama.

     II.            A. Cinta dan Perkawinan
1.    Contoh kasus perkawinan sehat
Bapak Ridwan dan ibu Sari mempunyai keluarga kecil yang harmonis walaupun hanya tinggal di sebuah rumah kecil tetapi mereka terlihat sangat bahagia. Setiap pagi pak ridwan bekerja dan ibu sari menyiapkan sarapan dan kopi sebelum pak ridwan pergi bekerja. Tidak pernah terdengar kalau mereka sedang berantem, setiap harinya mereka terlihat baik baik saja padahal saya tahu bahwa mereka sebenarnya sangat membutuhkan uang untuk menyekolahkan anak anaknya tetapi mereka tidak pernah mengeluh dengan keadaannya itu karena di keluarga mereka menerima dan melakukan komunikasi terbuka atau pengungkapan perasaan dengan pasangan secara sopan, dan apa adanya, pada keluarga ini memiliki situasi dan kondisi keluarga yang di dalamnya tercipta kehidupan beragama, saling menghargai, pengertian, terbuka, dan saling menjaga satu sama lain serta adanya saling percaya. Karena dalam hidup berumah tangga tidak bisa lepas dari komunikasi sehingga komunikasi terbuka menjadi salah satu usaha untuk mewujudkan keluarga yang sehat dan harmonis.
Pada kasus diatas dalam keluarga itu penting dengan adanya
1)   Komunikasi
Yang dimaksud bukan sekadar berbicara, tapi juga mendengarkan. Bila Anda sudah mulai malas mendengarkan pasangan berbicara, berarti Anda telah kehilangan komunikasi.Tunjukkan sikap yang baik dalam berkomunikasi, yaitu mendengarkan pasangan berbicara sampai selesai, sebelum Anda mengutarakan pendapat Anda sendiri. Ingat, perkawinan adalah timbal-balik di antara dua orang. Semua pihak ingin punya kesempatan berbicara dan hak untuk didengar.
2)   Kejujuran
Banyak pasangan mengaku, kejujuranlah yang membuat perkawinan mereka bertahan lama. Memang, mengakui dengan jujur kesalahan dan kekhilafan, tak jarang pahit didengarkan, tapi kejujuran akan menyelamatkan hubungan.

3)   Saling Menghargai
Hubungan perkawinan yang sukses memandang pasangannya sederajat (equal). Jalani perkawinan dengan saling menghargai satu sama lain.
4)   Saling Percaya
Jangan menghabiskan pikiran untuk terus-terusan tegang dan curiga pada pasangan. Jika suami terlambat pulang dengan alasan lalu-lintas macet, buat apa selalu menjadikannya
bahan kecurigaan. Janganlah kecurigaan kecil menjadi ancaman dalam perkawinan.
5)   Pasangan Adalah Teman
Jadikan pasangan Anda sebagai teman saat suka dan duka, sebab cinta yang awet membutuhkan persahabatan, bukan sekadar emosi.
6)   Humor
Percintaan yang diselingi humor akan menyejukkan suasana. Jangan ragu untuk tertawa bersama pasangan, termasuk menertawakan hal-hal yang remeh sekalipun.
7)   Kompromi
Apa yang Anda inginkan darinya dan apa yang dia inginkan dari Anda, perlu dikompromikan untuk mencapai keseimbangan. Seringkali ada hal kecil yang harus dikorbankan untuk memperoleh kebahagiaan.
8)   Saling Memaafkan
Hubungan perkawinan tak akan langgeng bila salah satu pihak menyimpan dendam. Berilah maaf, jangan menyimpan dendam.
9)   Cinta
Tumbuhkan perasaan cinta pada pasangan, karena sampai kapan pun, manusia hidup butuh dicintai dan mencintai.
10)    Doa
Mohonlah berkah dan kemurahan hati-Nya agar cinta dan perkawinan Anda selalu berjalan mulus dan langgeng.
Peran cinta terhadap kesehatan mental
Peran cinta terhadap kesehatan mental seseorang sangat besar karena dengan seseorang sudah cinta dengan pasangannya ia bisa melakukan apa saja untuk membuat orang yang dicintainya bahagia dan jika ada suatu masalah dengan hubungannya ia akan terlihat stress atau frustasi karena ia sangat mencintai pasangannya seperti kesehatan mental mereka terganggu karena cinta bisa membuat seseorang yang tadinya baik menjadi jahat dan sebaliknya juga cinta bisa mengubah segalanya.

              III.   A. Pekerjaan & Waktu Luang
1.    Menceritakan karakter pribadi kalian dan karakteristik pekerjaan dalam memilih pekerjaan yang cocok untuk kalian
Karakter pribadi saya berani tapi terkadang tidak pede, saya selalu memikirkan hal positif yang membuat diri saya merasa lebih tenang walaupun saya juga bisa gelisah dengan hal negatif yang akan terjadi dan saya selalu memikirkan masa depan saya akan seperti apa, saya menjalani hidup hari ini dan hari esok seterusnya. Saya sangat suka di bidang sosial yang bisa berinteraksi dengan banyak orang mengenali diri seseorang yang setiap manusia mempunyai karakter yang berbeda dan memberikan solusi yang baik kepada setiap orang yang sedang mendapatkan masalah. Dan saat ini saya sedang kuliah di jurusan Psikologi yang menurut saya itu sangat saya sukai dan saya senang bisa memilih jurusan ini. Saya ingin menjadi psikolog dan walaupun saya belum bisa mendapat gelar itu saya bisa bekerja di kantor atau perusaan dengan menjadi HRD.
2.    Menceritakan bagaimana kalian menggunakan waktu luang secara positif
Saat waktu luang saya melakukan hal yang positif dengan mengerjakan tugas yang deadlinenya masih jauh, dan saat ini untuk mengisi waktu luang saya sekarang saya sedang ikut acara acara event dan saya sebagai crew di dalamnya. Saya sangat senang menjalaninya karena saya tidak memikirkan uangnya tetapi pengalaman berharga yang saya dapatkan, saya jadi sering berinteraksi dengan orang yg tidak saya kenal dan sekarang menjadi kenal lalu bisa beradaptasi di tempat lain bukan hanya di kampus atau rumah, dan belajar untuk bertanggung jawab atas apa yang sudah di tugas kan kepada saya. Saya juga ikut dalam asosiasi mahasiswa psikologi yang bernama AOP Assosiation of Psichology  disana melakukan bakti sosial untuk orang-orang yang membutuhkan dengan terjun langsung ke lapangan melihat kondisinya langsung.
Referensi:

http://nuramalia967.blogspot.co.id/2016/06/hubungan-interpersonal-cinta-perkawinan.html Daftar Pustaka
Suyono, Hadi.(2008).Pengantar psikologi sosial 1.Yogyakarta: D&H Pro Media Yogyakarta.
Sujanto, Agus.(1991).Psikologi Umum.Jakarta: Bumi Aksara.1. Bagaimana memilih pasangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar