1.
Aliran Humanistik
Menurut
aliran humanistik kepribadian yang sehat, individu dituntut untuk mengembangkan
potensi yang terdapat didalam dirinya sendiri. Bukan saja mengandalakan
pengalaman-pengalaman yang terbentuk pada masa lalu dan memberikan diri untuk
belajar mengenai suatu pola mengenai yang baik dan benar sehingga menghasilkan
respon individu yang bersifat pasif.
Ciri
dari kepribadian sehat adalah mengatualisasikan diri, bukan respon pasif buatan
atau individu yang terimajinasikan oleh pengalaman-pengalaman masa lalu.
Aktualisasi diri adalah mampu mengedepankan keunikan dalam pribadi setiap
individu, karena setiap individu memiliki hati nurani dan kognisi untuk
menimbang-nimbang segala sesuatu yang menjadi kebutuhannya. Humanistik
menegaskan adanya keseluruhan kapasitas martabat dan nilai kemanusiaan untuk
menyatakan diri. Bagi ahli-ahli psikologi humanistik, manusia jauh lebih banyak
memiliki potensi. Manusia harus dapat mengatasi masa lampau, kodrat biologis,
dan ciri-ciri lingkungan. Manusia juga harus berkembang dan tumbuh melampaui
kekuatan-kekuatan negatif yang secara potensial menghambat.
Gambaran
ahli psikologi humanistik tentang kodrat manusia adalah optimis dan penuh
harapan. Mereka percaya terhadap kapasitas manusia untuk memperluas,
memperkaya, mengembangkan, dan memenuhi dirinya, untuk menjadi semuanya menurut
kemampuan yang ada. Aliran Humanistik juga memfokuskan diri pada kemampuan
manusia untuk berfikir secara sadar dan rasional dalam mengendalikan hasrat
biologisnya guna meraih potensi maksimal. Manusia bertanggung jawab terhadap
hidup dan perbuatannya serta mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk mengubah
sikap dan perilaku mereka.
2.
Pendapat Allport
Allport
lebih optimis tentang kodrat manusia dari pada Freud, dan ia memperlihatkan
suatu keharuan yang luar biasa terhadap manusia dan sifat-sifatnya yang
tampaknya bersumber pada masa kanak-kanak. Secara umum teori Allport memberi
definisi yang positif terhadap manusia, teori Allport itu telah membantu
manusia untuk melihat diri sendiri sebagai mahkluk yang baik dan penuh harapan.
Memandang satu pribadi positif dan apa adanya merupakan salah satu definisi
pribadi sehat, inilah kelebihan dan kekuasaan dari teori Allport.
Kepribadian
manusia menurut Allport adalah organisasi yang dinamis dari system psikofisik
dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik atau khas dalam
menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Allport
tidak percaya bahwa orang-orang yang matang dan sehat dikontrol dan dikuasai
oleh kekuatan-kekuatan tak sadar atau kekuatan-kekuatan yang tidak dapat
dilihat dan dipengaruhi. Allport percaya bahwa kekuatan-kekuatan tak sadar itu
merupakan pengaruh-pengaruh yang penting pada tingkah laku orang-orang dewasa
yang neurotis.
Kepribadian-kepribadian
yang matang juga tidak dikontrol oleh trauma-trauma dan konflik pada masa
kanak-kanak. Orang-orang neurotis terikat pada pengalaman masa kanak-kanak
tetapi orang yang sehat bebas dari paksaan-paksaan masa lampau. Orang-orang
yang sehat dibimbing dan diarahkan oleh masa sekarang dan intensi-intensi dan
antisipasi kearah masa depan. Kemudian Allport juga berpendapat bahwa
kepribadian yang neurotis dan kepribadian yang sehat merupakan hal yang mutlak
terpisah. Namun dalam hal ini yang menjadi kelebihan Allport adalah tentang
antisipasi, Dalam teori Allport antisipasi adalah penting untuk menentukan
siapa dan apakah kita ini, dalam membentuk identitas diri kita.
Dalam
teori, Allport juga memandang bahwa kesehatan psikologis adalah melihat ke
depan, tidak melihat ke belakang, dapat dikatakan bahwa seluruh teori yang
dikemukakan oleh Allport ini sangat bertentangan dengan teori-teori yang
dikemukakan oleh Freud.
Manusia
yang sehat memiliki kebutuhan terus-menerus akan variasi, akan sensasi-sensasi
dan tantangan baru. Mereka tidak suka akan hal-hal yang rutin dan mereka
mencari pengalaman-pengalaman baru, semuanya ini menghasilkan tegangan. Akan
tetapi Allport percaya bahwa hanya melalui pengalaman-pengalaman dan
resiko-resiko yang menimbulkan tegangan ini, manusia dapat bertumbuh. Dalam
pandangan Allport, ia yakin bahwa kepribadian yang sehat tidak perlu menjadi
orang yang bersenang-senang dan bahagia secara jasmani dan rohani, tetapi kita
harus mengembangkan suatu motif yang baru untuk menggantikan motif yang lama
supaya kepribadian tetap sehat.
3.
Pendapat Rogers
Menurut
Rogers kepribadian sehat adalah orang yang sehat adalah aktualisasi diri. Jadi
manusia yang sadar dan rasional tidak lagi dikontrol oleh peristiwa kanak –
kanak seperti yang diajukan oleh aliran freudian, misalnya toilet trainning,
penyapihan ataupun pengalaman seksual sebelumnya.
Rogers
lebih melihat pada masa sekarang, dia berpendapat bahwa masa lampau memang akan
mempengaruhi cara bagaimana seseorang memandang masa sekarang yang akan
mempengaruhi juga kepribadiannya. Namun ia tetap berfokus pada apa yang terjadi
sekarang bukan apa yang terjadi pada waktu itu.
Self
merupakan satu-satunya struktur kepribadian yang sebenarnya. Dengan kata lain
self terbentuk melalui deferiensiasi medan fenomena dan melalui introjeksi
nilai-nilai orang tertentu serta dari distorsi pengalaman. Self bersifat
integral dan konsisten. Pengalaman yang tidak sesuai dengan struktur self
dianggap ancaman dan self dapat berubah sebagai akibat kematangan biologik dan
belajar. Konsep self menggambarkan konsepsi mengenai dirinya sendiri, ciri-ciri
yang dianggapnya menjadi bagian dari dirinya.
v Perkembangan
Kepribadian *self*
Rogers
tidak membahas teori pertumbuhan dan perkembangan, namun dia yakin adanya
kekuatan tumbuh pada semua orang yang secara alami mendorong proses organisme
menjadi semakin kompleks, otonom, sosial, sdan secara keseluruhan semakin
aktualisasi diri.
Rogers
menyatakan bahwa self berkembang secara utuh-keseluruhan, menyentuh semua
bagian-bagian. Berkembangnya self diikuti oleh kebutuhan penerimaan positif,
dan penyaringan tingkah laku yang disadari agar tetap sesuai dengan struktur
self sehingga dirinya berkembang menjadi pribadi yang berfungsi utuh.
Pribadi
yang berfungsi utuh menurut Rogers adalah individu yang memakai kapasitas dan
bakatnya, merealisasi potensinya, dan bergerak menuju pemahaman yang lengkap
mengenai dirinya sendiri dan seluruh rentang pengalamannya.
v Peranan
Positif Regards dalam Pembentukan Kepribadian Individu.
Sebagai
bagian dari self concept, anak itu juga menggambarkan dia akan menjadi siapa
atau mungkin ingin menjadi siapa. Gambaran-gambaran itu dibentuk sebagai suatu
akibat dari bertambah kompleksnya interaksi-interaksi dengan orang lain.
Cara-cara
khusus bagaimana diri itu berkembang dan apakah dia akan menjadi sehat atau
tidak tergantung pada cinta yang diterima anak itu dalam masa kecil. Pada waktu
diri itu berkembang, anak itu juga belajar membutuhkan cinta. Rogers menyebut
kebutuhan ini ”penghargaan positif” (positive regard).
Posotive
regard, adalah suatu kebutuhan yang memaksa dan merembes dimiliki semua
manusia. Setiap anak terdorong untuk mencari posive regard. Akan tetapi tidak
setiap anak akan menemukan kepuasan yang cukup akan kebutuhan ini. Anak puas
kalau dia menerima casi sayang, cinta, dan persetujuan dari orang lain, tetapi
dia kecewa kalau dia menerima celan dan kurang mendapat cinta dan casi sayang.
Kebutuhan ini disebut need for positive regard, yang terbagi lagi menjadi 2
yaitu conditional positive regard (bersyarat) dan unconditional positive regard
(tak bersyarat).
v Lima
ciri orang yang berfungsi sepenuhnya (fully human being):
• Keterbukaan pada
pengalaman
Orang yang berfungsi
sepenuhnya adalah orang yang menerima semua pengalaman dengan fleksibel
sehingga selalu timbul persepsi baru. Dengan demikian ia akan mengalami banyak
emosi (emosional) baik yang positip maupun negatip.
• Kehidupan
Eksistensial
Kualitas dari kehidupan
eksistensial dimana orang terbuka terhadap pengalamannya sehingga ia selalu
menemukan sesuatu yang baru, dan selalu berubah dan cenderung menyesuaikan diri
sebagai respons atas pengalaman selanjutnya.
• Kepercayaan terhadap
organisme orang sendiri
Pengalaman akan menjadi
hidup ketika seseorang membuka diri terhadap pengalaman itu sendiri. Dengan
begitu ia akan bertingkah laku menurut apa yang dirasanya benar (timbul
seketika dan intuitif) sehingga ia dapat mempertimbangkan setiap segi dari suatu
situasi dengan sangat baik.
• Perasaan Bebas
Orang yang sehat secara
psikologis dapat membuat suatu pilihan tanpa adanya paksaan -paksaan atau
rintangan -rintangan antara alternatif pikiran dan tindakan. Orang yang bebas
memiliki suatu perasaan berkuasa secara pribadi mengenai kehidupan dan percaya
bahwa masa depan tergantung pada dirinya sendiri, tidak pada peristiwa di masa
lampau sehingga ia dapat meilhat sangat banyak pilihan dalam kehidupannya dan
merasa mampu melakukan apa saja yang ingin dilakukannya.
• Kreativitas
Keterbukaan diri
terhadap pengalaman dan kepercayaan kepada organisme mereka sendiri akan
mendorong seseorang untuk memiliki kreativitas dengan ciri -ciri bertingkah
laku spontan, tidak defensif, berubah, bertumbuh, dan berkembang sebagai
respons atas stimulus-stimulus kehidupan yang beraneka ragam di sekitarnya.
4.
Pendapat Maslow
Menurut Maslow, setiap individu memiliki kebutuhan-kebutuhan
yang tersusun secara hirarki dari tingkat yang paling mendasar sampai pada
tingkat yang paling tinggi. Setiap kali kebutuhan pada tingkatan paling bawah
terpenuhi maka akan muncul kebutuhan lain yang lebih tinggi. Pada tingkatan
paling bawah, dicantumkan berbagai kebutuhan fisiologis (physiological needs).
Kemudian pada tingkatan lebih tinggi dicantumkan kebutuhan akan rasa aman dan
kepastian (safety and security needs). Lalu pada tingkatan berikutnya adalah
berbagai kebutuhan akan cinta dan hubungan antar manusia (love and belonging
needs). Kemudian kebutuhan akan penghargaan dan pengakuan (esteem needs). Dan pada
tingkatan yang paling tinggi dicantumkan kebutuhan untuk mengaktualisasikan
diri (self actualization needs).Maslow telah membentuk sebuah hirarki dari lima tingkat kebutuhan dasar.
Di luar kebutuhan tersebut, kebutuhan tingkat yang lebih tinggi ada. Ini
termasuk kebutuhan untuk memahami, apresiasi estetik dan spiritual kebutuhan
murni.
v Hierarki
Kebutuhan Manusia
1. Kebutuhan Fisiologis
Ini adalah kebutuhan
biologis. Mereka terdiri dari kebutuhan oksigen, makanan, air, dan suhu tubuh
relatif konstan. Mereka adalah kebutuhan kuat karena jika seseorang tidak
diberi semua kebutuhan, fisiologis yang akan datang pertama dalam pencarian
seseorang untuk kepuasan.
2. Kebutuhan Keamanan
Ketika semua kebutuhan
fisiologis puas dan tidak mengendalikan pikiran lagi dan perilaku, kebutuhan
keamanan dapat menjadi aktif. Orang dewasa memiliki sedikit kesadaran keamanan
mereka kebutuhan kecuali pada saat darurat atau periode disorganisasi dalam
struktur sosial (seperti kerusuhan luas). Anak-anak sering menampilkan
tanda-tanda rasa tidak aman dan perlu aman.
3. Kebutuhan Cinta, sayang dan kepemilikan
Ketika kebutuhan untuk
keselamatan dan kesejahteraan fisiologis puas, kelas berikutnya kebutuhan untuk
cinta, sayang dan kepemilikan dapat muncul. Maslow menyatakan bahwa orang
mencari untuk mengatasi perasaan kesepian dan keterasingan. Ini melibatkan
kedua dan menerima cinta, kasih sayang dan memberikan rasa memiliki.
4. Kebutuhan Esteem
Ketika tiga kelas
pertama kebutuhan dipenuhi, kebutuhan untuk harga bisa menjadi dominan. Ini
melibatkan kebutuhan baik harga diri dan untuk seseorang mendapat penghargaan
dari orang lain. Manusia memiliki kebutuhan untuk tegas, berdasarkan, tingkat
tinggi stabil diri, dan rasa hormat dari orang lain. Ketika kebutuhan ini
terpenuhi, orang merasa percaya diri dan berharga sebagai orang di dunia.
Ketika kebutuhan frustrasi, orang merasa rendah, lemah, tak berdaya dan tidak
berharga.
5. Kebutuhan Aktualisasi Diri
Ketika semua kebutuhan
di atas terpenuhi, maka dan hanya maka adalah kebutuhan untuk aktualisasi diri
diaktifkan. Maslow menggambarkan aktualisasi diri sebagai orang perlu untuk
menjadi dan melakukan apa yang orang itu “lahir untuk dilakukan.” “Seorang
musisi harus bermusik, seniman harus melukis, dan penyair harus menulis.”
Kebutuhan ini membuat diri mereka merasa dalam tanda-tanda kegelisahan. Orang
itu merasa di tepi, tegang, kurang sesuatu, singkatnya, gelisah. Jika seseorang
lapar, tidak aman, tidak dicintai atau diterima, atau kurang harga diri, sangat
mudah untuk mengetahui apa orang itu gelisah tentang. Hal ini tidak selalu
jelas apa yang seseorang ingin ketika ada kebutuhan untuk aktualisasi diri.
v Kepribadian
yang sehat menurut Maslow
Kepribadian
yang sehat menurut maslow adalah individu yang berhasil mengembangkan cintanya,
bukan lagi diarahkan ke dalam diri sendiri, tetapi bisa diperluas pada
orang-orang lain. Individu yang sehat melihat pertumbuhan dan perkembangan
orang lain menjadi sama pentingnya pertumbuhan dan perkembangan diri sendiri.
Maslow menempatkan rasa tanggung jawab pada orang lain melalui hierarki
kebutuhannya, terutama pada kebutuhan untuk mencintai dan dicintai serta
kebutuhan untuk mendapatkan penghargaan. Maslow juga menyatakan bahwa
pertumbuhan psikologis akan menghasilkan kesehatan psikologis, sedangkan orang
yang gagal bertumbuh dengan sendirinya akan mengalami gejala patologi baik
mental maupun fisik.
v Perbedaan
“Meta Needs” dengan “Deficiency Needs”
Meta needs (meta
kebutuhan) merupakan keadaan-keadaan pertumbuhan kearah mana
pengaktualisasi-pengaktualisasi-diri bergerak. Maslow juga menyebut kebutuhan
tersebut B-values, dan B-values adalah tujuan dalam dirinya sendiri dan bukan
alat untuk mencapai tujuan lain, keadaan-keadaan ada dan bukan berjuang kearah
objek tujuan yang sifatnya khusus. Apabila keadaan-keadaan ini ada sebagai
kebutuhan-kebutuhan dan untuk memuaskan atau mencapai keadaan tersebut gagal,
maka akan menyakitkan, sama seperti kegagalan untuk memuaskan beberapa
kebutuhan yang lebih rendah.
Sedangkan Deficiency
needs, suatu kekurangan kebutuhan dimana individu tak dapat memenuhi
kebutuhannya, kebutuhan yang timbul karena kekurangan. Untuk memenuhi kebutuhan
ini diperlukan bantuan orang lain. Deficiency need ini meliputi: kebutuhan
jasmaniah, keamanan, memiliki dan mencintai serta harga diri. Dan sifat-sifat
dari deficiency needs adalah ketiadaannya menimbulkan penyakit, keberadaannya
mencegah timbulnya penyakit, pemulihannya menyembuhkan penyakit, dalam situasi
tertentu yang sangat kompleks dan di mana orang bebas memilih, orang yang
kekurangan kebutuhan akan mengutamakan pemuasan kebutuhan ini dibandingkan
jenis kepuasan yang lain. Serta kebutuhan ini tidak aktif, lemah, atau secara
fungsional tidak terdapat pada orang yang sehat.
v Ciri-ciri
Actualized People
- Spontanitas, kesederhanaan, kewajaran
- Berfokus pada masalah.
- Kebutuhan akan privasi dan independensi
- Berfungsi secara otonom
- Apresiasi yang senantiasa segar
` - Memiliki
pengalaman mistik/spiritual yang mendalam
- Perasaan empati dan afeksi yang kuat terhadap sesama
manusia.
- Perasaan empati dan afeksi yangkuat terhadap
sesama manusia.
- Hubungan antar pribadi.
- Struktur watak demokratis.
- Membedakan antara sarana dan tujuan, antara baik dan
buruk.
- Kreativitas.
- Resistensi terhadap inkulturasi
5.
Pendapat Fromm
Menurut
Erich Fromm, manusia adalah makhluk sosial. Berdasar pada pendapat tersebut,
maka salah satu ciri pribadi yang sehat berarti adanya kemampuan untuk hidup
dalam masyarakat sosial. Masyarakat sangat penting peranannya dalam membentuk
kepribadian seseorang. Kepribadian seseorang merupakan hasil dari proses sosial
di dalam masyarakat. Masyarakat yang menjadikan seseorang berkepribadian sehat
adalah masyarakat yang hubungan sosialnya sangat manusiawi.
v Dasar
Teori Fromm
Fromm
adalah seorang teoretikus kepribadian yang handal, beliau sangat dipengaruhi
oleh tulisan-tulisan Karl Marx. Tulisan-tulisan fromm dipengaruhi oleh
pengetahuannya yang luas tentang sejarah, sosiologi, kesusasteraan dan
filsafat. Tema dasar dari semua tulisan Fromm adalah orang yang merasa
kesendirian dan terisolasi karena ia dipisahkan dari alam dan orang-orang lain.
Keadaan isolasi ini tidak ditemukan dalam semua spesies binatang hal itu adalah
situasi khas manusia. Anak, misalnya, bebas dari ikatan-ikatan primer dengan
orang tuanya, tetapi dengan akibat bahwa ia merasa terisolasi dan tak berdaya.
Dalam
teorinya tentang irasionalitas manusia, fromm mengembangkan dan memperhalus
teorinya sendiri tentang kepribadian dalam suatu seri buku-buku yang sangat
populer pada saat itu. Sistemnya menggambarkan kepribadian sebagai suatu yang
ditentukan oleh kekuatan-kekuatan sosial yang mempengaruhi individu dalam masa
kanak-kanak dan juga oleh kekuatan-kekuatan historis yang telah mempengaruhi
perkembangan spesies manusia.
Fromm
menulis “kita adalah orang-orang yang harus menjadi sesuai dengan
keperluan-keperluan masyarakat di mana kita hidup ”. karena kekuatan sosial dan
kultural begitu penting, from percaya bahwa perlu menganalisis struktur
masyarakat (masa lampau dan sekarang) dikarenakan memahami struktur
anggota-anggota individu dalam masyarakat itu. Jadi, kodrat masyarakat adalah
kunci untuk memahami dan mengubah kepribadian manusia. Sebagaimana halnya
kebudayaan, maka sama halnya dengan individu. Apakah suatu kepribadian itu
sehat atau tidak sehat tergantung pada kebudayaan yang membantu atau menghambat
pertumbuhan dan perkembangan manusia yang positif.
Fromm
melihat kepribadian hanya sebagai suatu produk kebudayaan. Karena itu dia
percaya bahwa kesehatan jiwa harus didefinisikan menurut bagaimana baiknya
masyarakat menyesuaikan diri dengan kebutuhan-kebutuhan dasar semua individu,
bukan menurut bagaimana baiknya individu-individu menyesuaikan diri dengan
masyarakat. Kerena itu kesehatan psikologis tidak begitu banyak merupakan usaha
individu jika dibandingkan dengan usaha masyarakat. Faktor kuncinya ialah
bagaimana suatu masyarakat memuaskan secukupnya kebutuhan-kebutuhan manusia.
Suatu
masyarakat tidak sehat atau sakit menciptakan permusuhan, kecurigaan,
ketidakpercayaan dalam anggota-anggotanya, dan menghalangi pertumbuhan yang
terjadi dalam setiap individu. Suatu masyarakat membiarkan anggota-anggotanya
mengembangkan cinta satu sama lainnya, menjadi produktif dan kreatif,
mempertajam dan memperhalus tenaga pikiran dan objektifitasnya dan mempermudah
timbulnya individu-individu yang berfungsi sepenuhnya.
Fromm
percaya bahwa kita semua memiliki suatu perjuangan yang melekat pada diri kita
untuk kesehatan dan kesejahteraan emosional, suatu kecenderungan bawaan untuk
kehidupan yang produktif, untuk keharmonisan dalam cinta. Dengan adanya
kesempatan, kecenderungan yang diwariskan ini akan berkembang, yang memberikan
individu berkembang untuk menggunakan sepenuhnya potensi yang ada.
Menurut
fromm, kita adalah makhluk yang unik dan penyendiri. Sebagai akibat dari
evolusi hewan yang sederhana, kita tidak bersatu dengan alam; kita telah
mengatasi alam. Tidak seperti tingkah laku binatang, tingkah laku kita tidak
terkait pada mekanisme-mekanisme instinktif. Akan tetapi perbedaaan yang sangat
penting antara manusia dengan binatang adalah terletak pada kemampuan kita akan
kesadaran diri, pikiran, dan khayal.
v Kepribadian
yang sehat menurut Fromm
Menurut
Fromm kepribadian sehat adalah Tema dasar dari dasar semua tulisan Fromm adalah
individu yang merasa kesepian dan terisolir karena ia dipisahkan dari alam dan
orang-orang lain. Keadaan isolasi ini tidak ditemukan dalam semua spesies
binatang, itu adalah situasi khas manusia. Dalam bukunya Escape from Freedom
(1941), ia mengembangkan tesis bahwa manusia menjadi semakin bebas dari abad ke
abad, maka mereka juga makin merasa kesepian (being lonely).
Jadi,
kebebasan menjadi keadaan yang negatif dari mana manusia melarikan diri. Dan
jawaban dari kebebasan yang pertama adalah semangat cinta dan kerjasama yang
menghasilkan manusia yang mengembangkan masyarakat yang lebih baik, yang kedua
adalah manusia merasa aman dengan tunduk pada penguasa yang kemudian dapat
menyesuaikan diri dengan masyarakat.
v Ciri-ciri
Kepribadian Sehat
-
mampu mengembangkan hidupnya sebagai
makhluk sosial di dalam masyarakat,
-
mampu mencintai dan dicintai,
-
mampu mempercayai dan dipercayai tanpa
memanipulasi kepercayaan itu,
-
mampu hidup bersolidaritas dengan orang
lain tanpa syarat,
-
mampu menjaga jarak antar dirinya dengan
masyarakat tanpa merusaknya
-
memiliki watak sosial yang produktif.
Referensi:
Semiun, Yustinus. 2006. Kesehatan Mental 1. Yogyakarta: Kanisius
http://www.e-psikologi.com
Schultz, Suane, Psikologi Pertumbuhan:
Model-model Kepribadian Sehat, Penerjemah Drs. Yustinus, M.Sc., OFM.
(Yogyakarta: Kanisius, 1997)
Psikologi Pertumbuhan Model-Model
Kepribadian Sehat.Yogyakarta: Kanisius.
Sarwono,S.W.(2002).Berkenalan dengan Aliran-Aliran dan
Tokoh-Tokoh Psikologi.Jakarta : Bulan Bintang.
Alwisol. (2005) Psikologi
Kepribadian. Malang : Penerbit Universitas Muhammadyah Malang