I.
A. Hubungan Interpersonal
1.
Model Pertukaran Sosial dan Analisis Transaksional
Menjalin hubungan interpersonal merupakan keharusan bagi individu sebagai makhluk sosial. Individu membutuhkan dan senantiasa berusaha membuka serta menjalin hubungan interpersonaldengan sesainanya. Ada sejumlah kebutuhan di dalam diri individu yang hanya dapat dipuaskan melalui hubungan interpersonal dengan orang lain (Supratiknya, 1995), salah satunya adalah kebutuhan untuk beraliliasi yaitu kebutuhan mendekatkan diri, bekerja sama dengan orang lain, patuh dan tetap setia pada seorang kawan (Murray, dalam Hall and Lindzey, 1993).
Model pertukaran sosial adalah ilmu sosial yang menyatakan bahwa dalam hubungan sosial terdapat unsur ganjaran, pengorbanan, dan keuntungan yang saling mempengaruhi. Teori ini menjelaskan bagaimana manusia memandang tentang hubungan kita dengan orang lain sesuai dengan anggapan diri manusia tersebut terhadap:
• Keseimbangan antara apa yang diberikan ke dalam hubungan dan apa yang dikeluarkan dari hubungan itu.
• Jenis hubungan yang dilakukan.
• Kesempatan memiliki hubungan yang lebih baik dengan orang lain.
Analisis Transaksional adalah salah satu pendekatan Psychotherapy yang menekankan pada hubungan interaksional. Analisis Transaksional dapat dipergunakan untuk terapi individual, tetapi terutama untuk pendekatan kelompok. Pendekatan ini menekankan pada aspek perjanjian dan keputusan. Melalui perjanjian ini tujuan dan arahproses terapi dikembangkan sendiri oleh klien, juga dalam proses terapi ini menekankanpentingnya keputusan-keputusan yang diambil oleh klien. Maka proses terapimengutamakan kemampuan klien untuk membuat keputusan sendiri, dan keputusan baru,guna kemajuan hidupnya sendiri. Teori analisis transaksional merupakan karya besar Eric Berne (1964), yang ditulisnya dalam buku Games People Play. Berne adalah seorang ahli ilmu jiwa terkenaldari kelompok Humanisme. Analisis Transaksional berakar dalam suatu filsafat anti deterministik yang memandang bahwa kehidupan manusia bukanlah suatu yang sudah ditentukan. Analisis Transaksional didasarkan pada asumsi atau anggapan bahwa orang mampu memahami keputusan-keputusan pada masa lalu dan kemudian dapat memilih untuk memutuskan.
2. Pembentukkan Kesan dan Ketertarikan Interpersonal dalam Memulai Hubungan
Pembentukan kesan pertama dalam dimulainya suatu hubungan sangat vital bagi kelangsungan suatu hubungan untuk ke depannya. Cara kita berbicara, cara memilih pemakaian kata atau kalimat, cara kita bersikap, serta kepercayaan diri kita adlah sebagian besar faktor pembentukan kesan.
3. Model Peran, Konflik dan Adequency Peran, serta Autentisitas dalam Hubungan Peran.
Terdapat tiga asumsi yang mendasari pembelajaran bermain peran untuk mengembangkan perilaku dan nilai-nilai social, yang kedudukannya sejajar dengan model-model mengajar lainnya. Keempat asumsi tersebut sebagai berikut:
• Secara implicit bermain peran mendukung sustau situasi belajar berdasarkan pengalaman dengan menitikberatkan isi pelajaran pada situasi ‘’di sini pada saat ini’’.
• Kedua, bermain peran memungkinkan para peserta didik untuk mengungkapkan perasaannya yang tidak dapat dikenal tanpa bercermin pada orang lain. Mengungkapkan perasaan untuk mengurangi beban emosional merupakan tujuan utama dari psikodrama (jenis bermain peran yang lebih menekankan pada penyembuhan).
• Ketiga model bermain peran berasumsi bahwa proses psikologis yang tersembunyi, berupa sikap, nilai, perasaan dan system keyakinan, dapat diangkat ke taraf sadar melalui kombinasi pemeranan secara spontan.
Konflik
Konflik adalah adanya pertentangan yang timbul di dalam seseorang (masalah intern) maupun dengan orang lain (masalah ekstern) yang ada di sekitarnya. Konflik dapat berupad perselisihan (disagreement), adanya keteganyan (the presence of tension), atau munculnya kesulitan-kesulitan lain di antara dua pihak atau lebih. Konflik sering menimbulkan sikap oposisi antar kedua belah pihak, sampai kepada mana pihak-pihak yang terlibat memandang satu sama lain sebagai pengahalang dan pengganggu tercapainya kebutuhan dan tujuan masing-masing.
Adequancy peran & autentisitas dalam hubungan peran
Kecukupan perilaku yang diharapkan pada seseorang sesuai dengan posisi sosial yang diberikan baik secara formal maupun secara informal. Peran didasarkan pada preskripsi ( ketentuan ) dan harapan peran yang menerangkan apa yang individu-individu harus lakukan dalam suatu situasi tertentu agar dapat memenuhi harapan-harapan mereka sendiri atau harapan orang lain menyangkut peran-peran tersebut.
4. Intimasi dan Hubungan Pribadi
Kebutuhan intimasi merupakan suatu kebutuhan akan hubungan dengan orang lain dan merupakan kebutuhan terdalam pada diri setiap manusia untuk mengetahui seseorang secara lebih dekat, seperti merasa dihargai, diperhatikan, saling bertukar pendapat, keinginan untuk selalu berbagi dan menerima serta perasaan saling memiliki sehingga terjalin keterikatan yang semakin kuat dan erat.
Proses terbentukan intimasi:
Penerimaan diri Saling berinteraksi, Memberi respon atau tanggapan – Perhatian, Rasa percaya Kasih sayang Mempunyai minat yang sama.
Menjalin hubungan interpersonal merupakan keharusan bagi individu sebagai makhluk sosial. Individu membutuhkan dan senantiasa berusaha membuka serta menjalin hubungan interpersonaldengan sesainanya. Ada sejumlah kebutuhan di dalam diri individu yang hanya dapat dipuaskan melalui hubungan interpersonal dengan orang lain (Supratiknya, 1995), salah satunya adalah kebutuhan untuk beraliliasi yaitu kebutuhan mendekatkan diri, bekerja sama dengan orang lain, patuh dan tetap setia pada seorang kawan (Murray, dalam Hall and Lindzey, 1993).
Model pertukaran sosial adalah ilmu sosial yang menyatakan bahwa dalam hubungan sosial terdapat unsur ganjaran, pengorbanan, dan keuntungan yang saling mempengaruhi. Teori ini menjelaskan bagaimana manusia memandang tentang hubungan kita dengan orang lain sesuai dengan anggapan diri manusia tersebut terhadap:
• Keseimbangan antara apa yang diberikan ke dalam hubungan dan apa yang dikeluarkan dari hubungan itu.
• Jenis hubungan yang dilakukan.
• Kesempatan memiliki hubungan yang lebih baik dengan orang lain.
Analisis Transaksional adalah salah satu pendekatan Psychotherapy yang menekankan pada hubungan interaksional. Analisis Transaksional dapat dipergunakan untuk terapi individual, tetapi terutama untuk pendekatan kelompok. Pendekatan ini menekankan pada aspek perjanjian dan keputusan. Melalui perjanjian ini tujuan dan arahproses terapi dikembangkan sendiri oleh klien, juga dalam proses terapi ini menekankanpentingnya keputusan-keputusan yang diambil oleh klien. Maka proses terapimengutamakan kemampuan klien untuk membuat keputusan sendiri, dan keputusan baru,guna kemajuan hidupnya sendiri. Teori analisis transaksional merupakan karya besar Eric Berne (1964), yang ditulisnya dalam buku Games People Play. Berne adalah seorang ahli ilmu jiwa terkenaldari kelompok Humanisme. Analisis Transaksional berakar dalam suatu filsafat anti deterministik yang memandang bahwa kehidupan manusia bukanlah suatu yang sudah ditentukan. Analisis Transaksional didasarkan pada asumsi atau anggapan bahwa orang mampu memahami keputusan-keputusan pada masa lalu dan kemudian dapat memilih untuk memutuskan.
2. Pembentukkan Kesan dan Ketertarikan Interpersonal dalam Memulai Hubungan
Pembentukan kesan pertama dalam dimulainya suatu hubungan sangat vital bagi kelangsungan suatu hubungan untuk ke depannya. Cara kita berbicara, cara memilih pemakaian kata atau kalimat, cara kita bersikap, serta kepercayaan diri kita adlah sebagian besar faktor pembentukan kesan.
3. Model Peran, Konflik dan Adequency Peran, serta Autentisitas dalam Hubungan Peran.
Terdapat tiga asumsi yang mendasari pembelajaran bermain peran untuk mengembangkan perilaku dan nilai-nilai social, yang kedudukannya sejajar dengan model-model mengajar lainnya. Keempat asumsi tersebut sebagai berikut:
• Secara implicit bermain peran mendukung sustau situasi belajar berdasarkan pengalaman dengan menitikberatkan isi pelajaran pada situasi ‘’di sini pada saat ini’’.
• Kedua, bermain peran memungkinkan para peserta didik untuk mengungkapkan perasaannya yang tidak dapat dikenal tanpa bercermin pada orang lain. Mengungkapkan perasaan untuk mengurangi beban emosional merupakan tujuan utama dari psikodrama (jenis bermain peran yang lebih menekankan pada penyembuhan).
• Ketiga model bermain peran berasumsi bahwa proses psikologis yang tersembunyi, berupa sikap, nilai, perasaan dan system keyakinan, dapat diangkat ke taraf sadar melalui kombinasi pemeranan secara spontan.
Konflik
Konflik adalah adanya pertentangan yang timbul di dalam seseorang (masalah intern) maupun dengan orang lain (masalah ekstern) yang ada di sekitarnya. Konflik dapat berupad perselisihan (disagreement), adanya keteganyan (the presence of tension), atau munculnya kesulitan-kesulitan lain di antara dua pihak atau lebih. Konflik sering menimbulkan sikap oposisi antar kedua belah pihak, sampai kepada mana pihak-pihak yang terlibat memandang satu sama lain sebagai pengahalang dan pengganggu tercapainya kebutuhan dan tujuan masing-masing.
Adequancy peran & autentisitas dalam hubungan peran
Kecukupan perilaku yang diharapkan pada seseorang sesuai dengan posisi sosial yang diberikan baik secara formal maupun secara informal. Peran didasarkan pada preskripsi ( ketentuan ) dan harapan peran yang menerangkan apa yang individu-individu harus lakukan dalam suatu situasi tertentu agar dapat memenuhi harapan-harapan mereka sendiri atau harapan orang lain menyangkut peran-peran tersebut.
4. Intimasi dan Hubungan Pribadi
Kebutuhan intimasi merupakan suatu kebutuhan akan hubungan dengan orang lain dan merupakan kebutuhan terdalam pada diri setiap manusia untuk mengetahui seseorang secara lebih dekat, seperti merasa dihargai, diperhatikan, saling bertukar pendapat, keinginan untuk selalu berbagi dan menerima serta perasaan saling memiliki sehingga terjalin keterikatan yang semakin kuat dan erat.
Proses terbentukan intimasi:
Penerimaan diri Saling berinteraksi, Memberi respon atau tanggapan – Perhatian, Rasa percaya Kasih sayang Mempunyai minat yang sama.
II.
A. Cinta dan Perkawinan
1.
Contoh
kasus perkawinan sehat
Bapak Ridwan dan ibu Sari mempunyai keluarga kecil
yang harmonis walaupun hanya tinggal di sebuah rumah kecil tetapi mereka
terlihat sangat bahagia. Setiap pagi pak ridwan bekerja dan ibu sari menyiapkan
sarapan dan kopi sebelum pak ridwan pergi bekerja. Tidak pernah terdengar kalau
mereka sedang berantem, setiap harinya mereka terlihat baik baik saja padahal
saya tahu bahwa mereka sebenarnya sangat membutuhkan uang untuk menyekolahkan
anak anaknya tetapi mereka tidak pernah mengeluh dengan keadaannya itu karena
di keluarga mereka menerima dan melakukan komunikasi terbuka atau pengungkapan
perasaan dengan pasangan secara sopan, dan apa adanya, pada keluarga ini
memiliki situasi dan kondisi keluarga yang di dalamnya tercipta kehidupan
beragama, saling menghargai, pengertian, terbuka, dan saling menjaga satu sama
lain serta adanya saling percaya. Karena dalam hidup berumah tangga tidak bisa
lepas dari komunikasi sehingga komunikasi terbuka menjadi salah satu usaha
untuk mewujudkan keluarga yang sehat dan harmonis.
Pada kasus diatas dalam
keluarga itu penting dengan adanya
1) Komunikasi
Yang dimaksud bukan sekadar berbicara, tapi juga
mendengarkan. Bila Anda sudah mulai malas mendengarkan pasangan berbicara,
berarti Anda telah kehilangan komunikasi.Tunjukkan sikap yang baik dalam
berkomunikasi, yaitu mendengarkan pasangan berbicara sampai selesai, sebelum
Anda mengutarakan pendapat Anda sendiri. Ingat, perkawinan adalah timbal-balik
di antara dua orang. Semua pihak ingin punya kesempatan berbicara dan hak untuk
didengar.
2) Kejujuran
Banyak pasangan mengaku, kejujuranlah yang membuat
perkawinan mereka bertahan lama. Memang, mengakui dengan jujur kesalahan dan
kekhilafan, tak jarang pahit didengarkan, tapi kejujuran akan menyelamatkan
hubungan.
3) Saling
Menghargai
Hubungan
perkawinan yang sukses memandang pasangannya sederajat (equal). Jalani
perkawinan dengan saling menghargai satu sama lain.
4) Saling
Percaya
Jangan menghabiskan pikiran untuk terus-terusan tegang
dan curiga pada pasangan. Jika suami terlambat pulang dengan alasan lalu-lintas
macet, buat apa selalu menjadikannya
bahan kecurigaan. Janganlah kecurigaan
kecil menjadi ancaman dalam perkawinan.
5) Pasangan
Adalah Teman
Jadikan
pasangan Anda sebagai teman saat suka dan duka, sebab cinta yang awet
membutuhkan persahabatan, bukan sekadar emosi.
6) Humor
Percintaan yang diselingi humor akan menyejukkan
suasana. Jangan ragu untuk tertawa bersama pasangan, termasuk menertawakan
hal-hal yang remeh sekalipun.
7) Kompromi
Apa yang Anda inginkan darinya dan apa yang dia
inginkan dari Anda, perlu dikompromikan untuk mencapai keseimbangan. Seringkali
ada hal kecil yang harus dikorbankan untuk memperoleh kebahagiaan.
8) Saling
Memaafkan
Hubungan
perkawinan tak akan langgeng bila salah satu pihak menyimpan dendam. Berilah
maaf, jangan menyimpan dendam.
9) Cinta
Tumbuhkan
perasaan cinta pada pasangan, karena sampai kapan pun, manusia hidup butuh
dicintai dan mencintai.
10) Doa
Mohonlah
berkah dan kemurahan hati-Nya agar cinta dan perkawinan Anda selalu berjalan
mulus dan langgeng.
Peran
cinta terhadap kesehatan mental
Peran cinta terhadap kesehatan mental seseorang sangat
besar karena dengan seseorang sudah cinta dengan pasangannya ia bisa melakukan
apa saja untuk membuat orang yang dicintainya bahagia dan jika ada suatu
masalah dengan hubungannya ia akan terlihat stress atau frustasi karena ia
sangat mencintai pasangannya seperti kesehatan mental mereka terganggu karena
cinta bisa membuat seseorang yang tadinya baik menjadi jahat dan sebaliknya
juga cinta bisa mengubah segalanya.
III. A.
Pekerjaan & Waktu Luang
1.
Menceritakan
karakter pribadi kalian dan karakteristik pekerjaan dalam memilih pekerjaan
yang cocok untuk kalian
Karakter
pribadi saya berani tapi terkadang tidak pede, saya selalu memikirkan hal
positif yang membuat diri saya merasa lebih tenang walaupun saya juga bisa
gelisah dengan hal negatif yang akan terjadi dan saya selalu memikirkan masa
depan saya akan seperti apa, saya menjalani hidup hari ini dan hari esok
seterusnya. Saya sangat suka di bidang sosial yang bisa berinteraksi dengan
banyak orang mengenali diri seseorang yang setiap manusia mempunyai karakter
yang berbeda dan memberikan solusi yang baik kepada setiap orang yang sedang
mendapatkan masalah. Dan saat ini saya sedang kuliah di jurusan Psikologi yang
menurut saya itu sangat saya sukai dan saya senang bisa memilih jurusan ini. Saya
ingin menjadi psikolog dan walaupun saya belum bisa mendapat gelar itu saya
bisa bekerja di kantor atau perusaan dengan menjadi HRD.
2.
Menceritakan
bagaimana kalian menggunakan waktu luang secara positif
Saat waktu luang
saya melakukan hal yang positif dengan mengerjakan tugas yang deadlinenya masih
jauh, dan saat ini untuk mengisi waktu luang saya sekarang saya sedang ikut
acara acara event dan saya sebagai crew di dalamnya. Saya sangat senang
menjalaninya karena saya tidak memikirkan uangnya tetapi pengalaman berharga
yang saya dapatkan, saya jadi sering berinteraksi dengan orang yg tidak saya
kenal dan sekarang menjadi kenal lalu bisa beradaptasi di tempat lain bukan
hanya di kampus atau rumah, dan belajar untuk bertanggung jawab atas apa yang
sudah di tugas kan kepada saya. Saya juga ikut dalam asosiasi mahasiswa psikologi
yang bernama AOP Assosiation of
Psichology disana melakukan bakti
sosial untuk orang-orang yang membutuhkan dengan terjun langsung ke lapangan
melihat kondisinya langsung.
Referensi:
http://nuramalia967.blogspot.co.id/2016/06/hubungan-interpersonal-cinta-perkawinan.html Daftar Pustaka
Suyono, Hadi.(2008).Pengantar psikologi sosial 1.Yogyakarta: D&H Pro Media Yogyakarta.
Sujanto, Agus.(1991).Psikologi Umum.Jakarta: Bumi Aksara.1. Bagaimana memilih pasangan
Suyono, Hadi.(2008).Pengantar psikologi sosial 1.Yogyakarta: D&H Pro Media Yogyakarta.
Sujanto, Agus.(1991).Psikologi Umum.Jakarta: Bumi Aksara.1. Bagaimana memilih pasangan